School Info
Saturday, 17 Oct 2026
  • PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI'IYAH TELAH DIBUKA • Daftar secara online dengan mudah • Tersedia Program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor • Kampus Islami, Unggul, dan Berdaya Saing Global • Berbagai program beasiswa dan potongan biaya kuliah tersedia* • Segera daftarkan diri Anda sebelum kuota terpenuhi • Informasi PMB: 0819-1849-9799
  • PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI'IYAH TELAH DIBUKA • Daftar secara online dengan mudah • Tersedia Program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor • Kampus Islami, Unggul, dan Berdaya Saing Global • Berbagai program beasiswa dan potongan biaya kuliah tersedia* • Segera daftarkan diri Anda sebelum kuota terpenuhi • Informasi PMB: 0819-1849-9799

Hari Bhakti Postel: Semangat Perebutan Kantor PTT 1945 yang Menginspirasi Generasi Muda Memilih Pendidikan Tinggi Berkualitas

Sunday, 27 September 2026

Setiap tanggal 27 September, Indonesia memperingati Hari Bhakti Postel. Peristiwa bersejarah ini mengingatkan kita pada keberanian para pemuda yang merebut kendali jalur komunikasi nasional dari tangan penjajah. Momentum tersebut bukan sekadar catatan sejarah. Ia menjadi cermin semangat perjuangan yang masih relevan bagi generasi muda yang kini menghadapi tantangan memilih jalan pendidikan dan masa depan.

Banyak siswa SMA, SMK, dan MA serta orang tua merasa bingung saat memikirkan langkah setelah kelulusan. Pilihan perguruan tinggi tampak rumit. Ada kekhawatiran soal biaya, kesesuaian jurusan, peluang kerja, hingga kemampuan menyeimbangkan kuliah dengan tanggung jawab lain. Karyawan yang ingin melanjutkan studi sambil bekerja juga sering ragu. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, pertanyaan yang muncul adalah: pendidikan seperti apa yang benar-benar membekali generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa?

Sejarah Hari Bhakti Postel memberi jawaban yang menyentuh. Pada 27 September 1945, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) berhasil mengambil alih Kantor Pusat Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon di Bandung dari kekuasaan militer Jepang. Peristiwa itu terjadi hanya sebulan lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ia menjadi bukti nyata bahwa kontrol atas jalur komunikasi adalah bagian penting dari kedaulatan bangsa.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada 27 September 1945?

Setelah kemerdekaan diproklamasikan, aset-aset vital masih banyak dikuasai Jepang. Jawatan PTT menjadi salah satu yang paling strategis. Melalui jaringan pos, telegraf, dan telepon, informasi bisa menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Siapa yang menguasai jalur komunikasi, ia menguasai aliran berita dan koordinasi perjuangan.

Pada awal September 1945, para pemuda PTT yang digalang oleh Soetoko mengadakan pertemuan. Mereka bersepakat bahwa Kantor Pusat PTT di Bandung harus berada di tangan bangsa Indonesia sebelum akhir bulan. Upaya damai dilakukan. Mas Soeharto dan R. Dijar berunding dengan pihak Jepang. Hasilnya nihil. Jepang bersikeras bahwa penyerahan hanya boleh dilakukan kepada sekutu.

Keputusan tegas diambil. Pada 27 September 1945, para pemuda AMPTT bergerak. Mereka mengepung kantor, masuk ke dalam, dan berhasil memaksa pihak Jepang menyerah. Bendera Jepang diturunkan. Bendera Merah Putih dikibarkan. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Di depan massa yang berkumpul, Soetoko membacakan pernyataan yang mengangkat Mas Soeharto sebagai Kepala Jawatan PTT dan R. Dijar sebagai wakilnya.

Sejak saat itu, operasional pos dan telekomunikasi Indonesia berada di tangan putra-putri bangsa sendiri. Peristiwa inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Bhakti Postel. Dari Jawatan PTT lahirlah lembaga-lembaga yang kita kenal sekarang, termasuk PT Pos Indonesia dan Telkom Indonesia.

Pelajaran Abadi dari Semangat AMPTT

Kisah tersebut mengandung banyak pelajaran. Pertama, pentingnya keberanian mengambil inisiatif. Para pemuda tidak menunggu perintah dari atas. Mereka bergerak karena menyadari urgensi situasi. Kedua, nilai kebersamaan. Keberhasilan tidak datang dari satu orang saja, melainkan dari kerja sama dan dukungan masyarakat. Ketiga, kesadaran bahwa komunikasi adalah tulang punggung kemerdekaan dan pembangunan.

Di era digital saat ini, pelajaran itu semakin relevan. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Media sosial, internet, dan platform digital menjadi ruang baru bagi pertukaran ide, ekonomi, hingga pengaruh budaya. Generasi muda yang menguasai ilmu komunikasi, teknologi, dan nilai-nilai kebangsaan akan memiliki posisi strategis. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengelola dan pengarah arus informasi.

Memilih Pendidikan Tinggi sebagai Bentuk Perjuangan Zaman Sekarang

Bagi calon mahasiswa, memilih perguruan tinggi adalah bentuk perjuangan baru. Bukan lagi merebut gedung kantor, melainkan merebut kesempatan untuk berkembang. Banyak orang tua dan siswa merasa terbebani oleh banyaknya pilihan. Ada yang terpaku pada ranking semata. Ada yang khawatir biaya tinggi. Ada pula yang ragu apakah kampus tertentu mampu menanamkan karakter sekaligus keterampilan praktis.

Di sinilah empati diperlukan. Memilih perguruan tinggi memang salah satu keputusan terbesar dalam hidup. Anda tidak perlu khawatir. Ada institusi yang memahami kebutuhan generasi muda, termasuk mereka yang kuliah sambil bekerja, serta orang tua yang menginginkan pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Universitas Islam As-Syafi’iyah hadir sebagai ruang yang menghargai semangat perjuangan seperti yang ditunjukkan para pemuda AMPTT. Kampus ini memandang pendidikan tinggi bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter yang siap menghadapi tantangan zaman. Dengan landasan nilai-nilai Islam yang kuat, Universitas Islam As-Syafi’iyah mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata.

Pendidikan yang Relevan dengan Kebutuhan Zaman

Dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya menguasai teori. Keterampilan komunikasi, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan integritas moral menjadi semakin penting. Program studi di berbagai bidang, mulai dari ilmu komunikasi, teknik informatika, hingga bidang keislaman dan ekonomi, membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai perkembangan industri.

Bagi karyawan yang ingin melanjutkan studi, fleksibilitas menjadi kunci. Banyak perguruan tinggi kini menyediakan pilihan waktu kuliah yang memungkinkan mahasiswa tetap bekerja. Sistem pembelajaran yang adaptif membantu mereka menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan akademik. Hal ini sejalan dengan semangat mandiri para pejuang dulu yang tidak menunggu kondisi sempurna untuk bergerak.

Nilai edukatif dari sejarah Hari Bhakti Postel juga bisa diterapkan dalam kehidupan kampus. Mahasiswa diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan memiliki tanggung jawab sosial. Menguasai teknologi informasi, misalnya, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk memperkuat komunikasi yang sehat, edukatif, dan membangun. Demikian pula dengan ilmu komunikasi dan penyiaran. Ia menjadi sarana menyampaikan pesan kebaikan dan kebenaran.

Membangun Karakter melalui Pendidikan yang Mengayomi

Pendidikan tinggi yang baik tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas secara intelektual. Ia juga membentuk pribadi yang tangguh, empati, dan berintegritas. Sejarah perebutan Kantor PTT mengajarkan bahwa keberanian harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut masih sangat dibutuhkan di tengah arus informasi yang kadang membingungkan.

Universitas Islam As-Syafi’iyah menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Lingkungan akademik yang mendukung, dosen yang membimbing, serta kegiatan kemahasiswaan yang membangun jiwa kepemimpinan menjadi bekal berharga. Mahasiswa diajak untuk melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar formalitas memperoleh gelar.

Bagi orang tua, memilih kampus yang memiliki visi jelas dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan memberikan rasa tenang. Anak-anak tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga fondasi moral yang kokoh. Bagi alumni dan masyarakat umum, semangat terus belajar dan berkontribusi tetap relevan sepanjang hayat.

Dari Sejarah Komunikasi menuju Masa Depan Digital

Transformasi Jawatan PTT menjadi lembaga modern seperti Pos Indonesia dan Telkom Indonesia menunjukkan betapa dinamisnya dunia komunikasi. Apa yang dulu berupa telegraf dan telepon sekarang telah berkembang menjadi jaringan digital yang menghubungkan miliaran orang. Generasi muda yang memahami sejarah ini akan lebih menghargai pentingnya menjaga kedaulatan informasi di era disrupsi teknologi.

Pendidikan tinggi menjadi jembatan. Melalui kuliah yang berkualitas, mahasiswa belajar menganalisis perubahan, menguasai alat-alat baru, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa. Mereka siap menjadi komunikator yang bertanggung jawab, inovator teknologi yang beretika, serta pemimpin yang mengutamakan kepentingan bersama.

Mengapa Semangat Hari Bhakti Postel Masih Relevan Hari Ini

Setiap peringatan 27 September menjadi kesempatan untuk merenung. Apakah kita sudah memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya? Apakah kita siap mengambil peran aktif dalam membangun bangsa melalui ilmu dan keterampilan yang dimiliki? Sejarah para pemuda AMPTT mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah berani dan kebersamaan.

Bagi calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan pilihan, ingatlah bahwa pendidikan terbaik adalah yang membekali Anda untuk menghadapi dunia nyata. Bukan hanya dunia kerja, melainkan juga dunia yang penuh tantangan moral, sosial, dan teknologi. Universitas Islam As-Syafi’iyah berkomitmen menjadi mitra dalam perjalanan tersebut. Dengan suasana akademik yang mendukung dan fokus pada pengembangan potensi mahasiswa, kampus ini membuka ruang bagi siapa saja yang ingin tumbuh dan berkontribusi.

Langkah Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Tidak perlu menunggu kondisi sempurna. Seperti para pemuda tahun 1945 yang bergerak meskipun situasi sulit, generasi sekarang pun bisa memulai langkah kecil hari ini. Cari informasi, konsultasikan pilihan jurusan, dan pilih lingkungan pendidikan yang sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini.

Universitas Islam As-Syafi’iyah siap mendampingi. Baik Anda siswa yang baru lulus, karyawan yang ingin mengembangkan diri, maupun orang tua yang mencari tempat terbaik bagi putra-putrinya, kesempatan terbuka lebar. Pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan praktis, dan pembentukan karakter menjadi bekal berharga menghadapi masa depan.

Mari jadikan semangat Hari Bhakti Postel sebagai inspirasi. Jadikan pilihan pendidikan tinggi sebagai bentuk bakti kepada bangsa. Dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia, generasi muda Indonesia dapat melanjutkan estafet perjuangan dalam bentuk yang relevan dengan zaman.

Daftarkan diri Anda sekarang. Konsultasikan pilihan studi Anda secara gratis dan temukan jalur pendidikan yang tepat. Kunjungi https://linktr.ee/uia.jkt untuk informasi lebih lanjut dan mulai langkah Anda menuju masa depan yang lebih cerah.


Penulis: Suyaka Rendhy
Editor: Humas Universitas Islam As-Syafi’iyah