Setiap tanggal 15 September, dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk meninjau kembali kondisi demokrasi global, memperkuat nilai-nilai kebebasan, partisipasi, dan tanggung jawab warga negara. Bagi calon mahasiswa, orang tua, karyawan yang kuliah sambil bekerja, serta masyarakat umum di Indonesia, memahami makna hari ini menjadi langkah awal membangun karakter demokratis yang kuat. Universitas Islam As-Syafi’iyah hadir sebagai pilihan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, Pancasila, dan prinsip demokrasi dalam proses pembelajaran, sehingga menghasilkan lulusan yang cerdas, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Demokrasi menghadapi berbagai tantangan di era digital saat ini. Banyak anak muda yang merasa apatis terhadap proses politik, mudah terpengaruh berita hoaks, atau kurang memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Di sisi lain, orang tua khawatir anak-anak mereka tumbuh tanpa landasan karakter yang kokoh. Karyawan yang ingin melanjutkan studi sering kesulitan menemukan kampus yang fleksibel namun tetap menanamkan nilai kebangsaan. Situasi ini membutuhkan solusi nyata melalui pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap demokratis, toleransi, dan partisipasi aktif.
Sejarah singkat Hari Demokrasi Internasional memberikan gambaran jelas tentang pentingnya peringatan ini. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tanggal 15 September melalui resolusi pada 8 November 2007. Peringatan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2008. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan peringatan Universal Declaration on Democracy yang diadopsi Inter-Parliamentary Union pada 15 September 1997. Tujuan utamanya adalah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat dan mengonsolidasikan nilai-nilai demokrasi, meninjau keadaan demokrasi secara berkala, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prinsip-prinsip demokrasi, serta mengajak partisipasi aktif dari komunitas internasional, pemerintah, dan masyarakat sipil.
Prinsip-prinsip demokrasi yang diangkat dalam peringatan ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Demokrasi bukan hanya soal pemilihan umum, melainkan sistem yang menjamin kebebasan berpendapat, kesetaraan di depan hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta partisipasi penuh warga dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai tersebut selaras dengan Pancasila, terutama sila keempat tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam menanamkan pemahaman ini sejak dini.
Calon mahasiswa SMA, SMK, dan MA sering bertanya, “Mengapa saya harus peduli dengan demokrasi?” Jawabannya sederhana. Di kampus, mereka akan belajar memimpin organisasi mahasiswa, berdiskusi secara sehat, menghargai perbedaan pendapat, dan mengambil keputusan bersama. Keterampilan ini tidak hanya berguna di dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Orang tua tentu ingin anak-anak mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menjadi agen perubahan positif. Sementara karyawan yang kuliah sambil bekerja membutuhkan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan soft skill kepemimpinan dan etika profesional berbasis nilai.
Universitas Islam As-Syafi’iyah menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan pendidikan yang holistik. Kampus ini menekankan integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan menjadi fondasi penting dalam membentuk pemahaman demokratis. Mahasiswa diajak memahami bahwa demokrasi modern dapat berjalan seiring dengan ajaran Islam yang menekankan musyawarah, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui kegiatan organisasi, diskusi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat yang mendorong partisipasi aktif.
Keunggulan pendidikan di Universitas Islam As-Syafi’iyah terletak pada upaya mencetak lulusan yang profesional, mandiri, dan berkarakter. Dalam era di mana informasi beredar sangat cepat, kemampuan berpikir kritis menjadi modal utama. Mahasiswa dilatih untuk menganalisis isu-isu sosial secara objektif, menyampaikan pendapat dengan cara yang santun, serta menghormati perbedaan. Lingkungan kampus yang mendukung dialog terbuka membantu mereka memahami bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan toleransi dan tanggung jawab, bukan sekadar kebebasan tanpa batas.
Bagi calon mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang bekerja, Universitas Islam As-Syafi’iyah menawarkan fleksibilitas yang relevan. Program studi di berbagai fakultas, mulai dari bidang agama, hukum, ekonomi dan bisnis, sains dan teknologi, keguruan dan ilmu pendidikan, hingga ilmu kesehatan, dirancang agar lulusan siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus berperan sebagai warga negara yang aktif. Pendidikan karakter yang terintegrasi membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan yang beretika, kemampuan kolaborasi, serta kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.
Nilai edukatif dari peringatan Hari Demokrasi Internasional semakin terasa ketika dikaitkan dengan kehidupan kampus. Mahasiswa yang memahami sejarah dan tujuan hari ini cenderung lebih peduli terhadap isu-isu publik. Mereka belajar bahwa partisipasi tidak hanya berhenti pada saat pemilihan, tetapi juga mencakup pengawasan kebijakan, penyampaian aspirasi secara konstruktif, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial. Universitas Islam As-Syafi’iyah mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.
Dalam konteks global, demokrasi terus menghadapi ujian, mulai dari polarisasi politik, penyebaran disinformasi, hingga tantangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan. Peringatan tahunan ini menjadi pengingat bahwa demokrasi adalah proses yang berkelanjutan. Ia membutuhkan generasi muda yang melek informasi, memiliki integritas, dan mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dengan kepentingan bersama. Pendidikan tinggi yang berkualitas menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan generasi tersebut.
Orang tua yang sedang mempertimbangkan pilihan kampus untuk anaknya dapat melihat Universitas Islam As-Syafi’iyah sebagai institusi yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun fondasi moral dan kebangsaan. Alumni dan masyarakat umum pun dapat mendukung dengan terus menyebarkan pemahaman tentang pentingnya demokrasi yang sehat. Sementara karyawan yang ingin meningkatkan kapasitas diri akan menemukan lingkungan yang menghargai pengalaman kerja sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan demokratis.
Memilih pendidikan tinggi yang tepat adalah investasi jangka panjang. Di Universitas Islam As-Syafi’iyah, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk meraih gelar, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan nyata. Mereka belajar bahwa suara setiap individu berharga, perbedaan pendapat adalah kekuatan, dan tanggung jawab sosial adalah bagian dari ibadah. Pendekatan ini membuat lulusan siap berkontribusi di berbagai bidang, baik sebagai profesional, pemimpin komunitas, maupun warga negara yang aktif.
Peringatan Hari Demokrasi Internasional setiap 15 September menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan peran pendidikan dalam menjaga demokrasi. Dengan memahami sejarah, tujuan, dan prinsip-prinsipnya, generasi muda dapat lebih siap menghadapi tantangan zaman. Universitas Islam As-Syafi’iyah berkomitmen menjadi bagian dari upaya tersebut melalui pendidikan yang menggabungkan kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan kesadaran kebangsaan.
Bagi calon mahasiswa, orang tua, serta siapa saja yang ingin mengembangkan diri dalam lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter demokratis, saatnya mengambil langkah konkret. Daftarkan diri Anda sekarang atau konsultasikan pilihan program studi secara gratis melalui tautan resmi Universitas Islam As-Syafi’iyah di https://linktr.ee/uia.jkt. Bergabunglah untuk menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia.
Penulis: Suyaka Rendhy
Editor: Humas Universitas Islam As-Syafi’iyah