Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi pengingat kuat bahwa ideologi negara kita pernah diuji dalam situasi paling sulit, namun tetap kokoh sebagai pemersatu bangsa. Di tengah tantangan globalisasi, disinformasi, dan perubahan nilai yang cepat, memahami makna Hari Kesaktian Pancasila menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depan.
Banyak siswa SMA, SMK, dan MA, serta orang tua, merasa bingung memilih perguruan tinggi. Mereka khawatir kampus hanya fokus pada nilai akademik dan lupa menanamkan karakter. Karyawan yang ingin kuliah sambil bekerja juga sering mencari lingkungan yang mendukung nilai luhur tanpa mengorbankan fleksibilitas. Di sinilah peran pendidikan tinggi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman menjadi sangat relevan.
Sejarah singkat Hari Kesaktian Pancasila memberikan pelajaran berharga. Peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober menewaskan enam jenderal dan satu perwira TNI Angkatan Darat. Upaya mengganti ideologi negara berhasil digagalkan oleh TNI bersama rakyat. Pemerintah kemudian mengukuhkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967. Peringatan ini menegaskan bahwa Pancasila mampu bertahan dan menjadi kekuatan pemersatu.
Pada 2026, tema resmi peringatan adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Upacara tingkat pusat digelar di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur, dengan Presiden Republik Indonesia sebagai inspektur upacara. Makna utamanya jelas: memperkokoh kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat persatuan nasional.
Nilai-nilai Pancasila tidak berhenti di ruang upacara. Mereka perlu dihidupkan dalam pendidikan sehari-hari. Sila pertama mengajarkan ketuhanan yang menghormati keragaman keyakinan. Sila kedua menekankan kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ketiga menjaga persatuan. Sila keempat mengajak bermusyawarah. Sila kelima mendorong keadilan sosial. Ketika nilai-nilai ini diajarkan secara konsisten di kampus, mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter.
Universitas Islam As-Syafi’iyah hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan semangat Pancasila. Kampus yang berdiri sejak era 1960-an ini menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Mahasiswa diajak memahami bahwa ilmu yang diperoleh harus bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Lingkungan kampus yang islami, disertai program studi yang terakreditasi baik hingga baik sekali, memberikan pengalaman belajar yang utuh.
Bagi calon mahasiswa yang baru lulus sekolah, Universitas Islam As-Syafi’iyah menawarkan beragam program studi di berbagai fakultas, mulai dari bidang agama, ekonomi dan bisnis, hukum, pendidikan, hingga kesehatan. Kurikulum dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong. Kegiatan kemahasiswaan, diskusi, dan pengabdian masyarakat menjadi sarana nyata untuk menghidupkan semangat Pancasila.
Orang tua sering bertanya, “Apakah kampus ini mampu menjaga anak kami agar tetap berakar pada nilai-nilai luhur?” Jawabannya terletak pada komitmen institusi untuk mengintegrasikan pendidikan karakter. Mahasiswa dibimbing untuk menghargai perbedaan, berdialog dengan bijak, dan berkontribusi positif di lingkungan sekitar. Nilai-nilai seperti toleransi, integritas, dan kepedulian sosial tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Bagi karyawan yang ingin kuliah sambil bekerja, Universitas Islam As-Syafi’iyah menyediakan pilihan program yang fleksibel. Perkuliahan karyawan memungkinkan mereka tetap produktif di tempat kerja sambil mengembangkan diri secara akademik dan karakter. Proses belajar yang mendukung nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab membantu mahasiswa dewasa membangun karier yang lebih bermakna.
Alumni Universitas Islam As-Syafi’iyah diharapkan tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga menjadi warga negara yang berkontribusi bagi persatuan dan kemajuan bangsa. Lulusan yang memahami makna Hari Kesaktian Pancasila akan lebih siap menghadapi perbedaan pendapat, menolak ekstremisme, dan mendorong keadilan sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Di tengah arus informasi yang deras, generasi muda sering terpapar konten yang meragukan nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan tinggi yang menekankan pentingnya Pancasila membantu mahasiswa memilah informasi dengan kritis sekaligus tetap berpegang pada prinsip-prinsip luhur. Kampus menjadi tempat yang aman untuk berdiskusi, bertanya, dan menemukan jati diri sebagai warga negara Indonesia yang beriman dan berilmu.
Memilih perguruan tinggi adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup. Anda tidak perlu khawatir. Universitas Islam As-Syafi’iyah siap mendampingi perjalanan Anda. Di sini, ilmu pengetahuan dikembangkan seiring dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan semangat Pancasila. Lingkungan yang mendukung, dosen yang berpengalaman, serta fasilitas yang memadai menjadikan proses belajar lebih bermakna.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober mengingatkan kita bahwa persatuan bukan sesuatu yang otomatis ada. Ia harus terus dirawat melalui pendidikan, dialog, dan keteladanan. Ketika mahasiswa memahami sejarah bangsa dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara, mereka menjadi aset berharga bagi masa depan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Bagi Anda yang sedang mencari kampus yang tidak hanya mengejar prestasi akademik tetapi juga membangun karakter kuat, Universitas Islam As-Syafi’iyah siap menjadi mitra. Apakah Anda lulusan SMA, SMK, atau MA yang ingin melanjutkan studi, orang tua yang peduli terhadap masa depan anak, karyawan yang ingin meningkatkan kapasitas, atau masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam makna kebangsaan, kami mengundang Anda untuk mengenal lebih dekat.
Segera daftarkan diri atau konsultasikan pilihan program studi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda. Informasi lengkap dan pendaftaran tersedia melalui tautan resmi: https://linktr.ee/uia.jkt
Mari bersama-sama merawat kesaktian Pancasila melalui pendidikan yang bermutu dan berkarakter. Generasi yang kuat secara ilmu dan kokoh secara nilai akan menjadi penentu kemajuan bangsa di masa depan.
Penulis: Suyaka Rendhy
Editor: Humas Universitas Islam As-Syafi’iyah
Leave a Comment