HMJ Perbankan Syariah Gelar Talkshow Kecantikan
December 16, 2017

Peringatan Maulid Membangkitkan Rasa Cinta Kepada Nabi

PPMI - Maulid 2017 aJatiwaringin (UIA) ~ Balasan bagi orang yang mencintai Rasulullah sangat besar. Ia akan bersama beliau di hari kiamat. Ketika seorang lelaki sowan kepada Rasulullah lalu ditanya oleh Rasulullah tentang apa yang ia persiapkan nanti di hari kiamat, maka ia menjawab: “Aku tidak mempersiapkan diri untuk hari kiamat dengan banyaknya shalat, puasa dan sadaqah, tetapi aku mencintai Allah dan RasulNya”. Rasulullah SAW bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai”.

Demikian isi hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H yang digelar di ruang auditorium lantai 8 Gedung Alawiyah Kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah, Sabtu, 23 Desember 2017 dengan pelaksana Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK-PMII) UIA, adapun thema peringatan tersebut, Membangkitkan Rasa Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW Dengan Cara Mempertahankan Nilai-Nilai Aswaja di Zaman Milenial.

Rektor UIA, Dr. Masduki Achmad, SH., MM yang memberikan sambutan pada peringatan Nabi Muhammad di hadapan mahasiswa Fakultas Agama Islam mengungkapkan, bahwa kebersamaan seseorang dengan rasulullah SAW di hari kiamat membuat dirinya mendapatkan derajat sejajar dengan derajat Rasulullah SAW, sesuai dengan kehendak Allah.

Hal ini juga ditegaskan oleh Allah SWT dalam firmanNya:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (QS. An-Nisa’: 69).

Seseorang yang mengaku mencintai sesuatu, akan mengalahkan kepentingan dirinya untuk sesuatu yang ia cintai. Jika tidak demikian, tentu ia belum benar-benar cinta; cintanya hanya sebatas dimulut saja. Pecinta Rasulullah SAW yang sebenarnya dapat diketahui dengan tanda-tanda berikut ini:

Pertama: Mengikuti dan mengamalkan sunnah Rasul, mengikuti perkataan dan perbuatan beliau, menjalankan perintah dan menjauhi larangan beliau, dan bertatakrama dengan tatakrama Rasul dalam setiap keadaan, serta mendahulukan apa yang beliau syariatkan mengalahkan kepentingan hawa nafsu dan keinginan pribadinya.

Orang yang mempunyai tanda-tanda seperti ini adalah orang yang sempurna dalam mencintai Allah dan RasulNya. Dan jika tanda-tanda ini hanya dimiliki sebagian, berarti kecintaanya masih kurang, walaupun masih dikatakan mencintai Rasul. Ketika seorang lelaki mendapat hukuman had karena telah mengkonsumsi arak, sebagian sahabat melaknatnya. Lalu Rasulullah bersabda: “Jangan kau melaknatnya, karena ia mencintai Allah dan rasulNya.

Kedua: Sering mengingat dan menyebut-nyebut Rasulullah SAW. disertai dengan pengagungan, menampakkan kekhusyu’an ketika menyebut atau mendengar nama Rasulullah SAW.

Ketiga: Mencintai orang yang mencintai Rasulullah SAW, termasuk ahlul bait (keluarga Rasul), dan para sahabat Muhajirin dan Anshar, serta membenci orang membenci dan menghina mereka. Rasulullah SAW bersabda dalam masalah Hasan dan Husein:

مَنْ أَحَبَّهُمَا فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمِنْ أَحَبَّنِي فَقَدْ أَحَبَّ اللَّهَ وَمَنْ أبْغَضَهُمَا فَقَدْ أَبْغَضَنِي وَمَنْ أَبْغَضَنِي فَقَدْ أَبْغَضَ اللَّهَ

“Barang siapa mencintai keduanya, maka ia benar-benar mencintaiku. Dan barang siapa mencintaiku, maka benar-benar mencintai Allah. Dan Barang siapa membenci keduanya, maka ia benar-benar membenciku. Barang siapa membenciku, maka benar-benar telah membenci Allah SWT”.

PPMI - Maulid 2017 b

Rektor UIA, Dr. Masduki Achmad, SH., MM

PPMI - Maulid 2017 c

PPMI - Maulid 2017 d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + twenty =