Universitas Islam As-Syafi’iyah kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui Seminar Nasional The Art of Healing: Mengubah Rahasia di Balik Diam Menjadi Solusi Konseling dan Penguatan Karakter Nyata. Acara yang digelar pada Jumat (17/7/2026) ini tidak hanya menjadi wadah edukasi akademis, tetapi juga langkah nyata untuk mendorong mahasiswa berani bersuara, mengatasi trauma, dan membangun karakter yang kritis serta beretika. Dengan menghadirkan pakar konseling, praktisi pendidikan, dan ahli hukum, Universitas Islam As-Syafi’iyah menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang aman untuk tumbuh secara mental dan sosial.
Kekerasan fisik, verbal, atau seksual di lingkungan kampus sering kali disembunyikan karena rasa takut, malu, atau kurangnya kepercayaan pada sistem penanganan. Data dari Kementerian Pendidikan menyebutkan bahwa 65% korban kekerasan di perguruan tinggi memilih diam, mengakibatkan trauma berkepanjangan dan penurunan kualitas belajar. Bagi calon mahasiswa dan orang tua, ini menjadi pertanyaan kritis: Apakah kampus yang dipilih mampu melindungi anak-anak mereka?
Universitas Islam As-Syafi’iyah memahami kekhawatiran ini. Rektor Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM., menegaskan bahwa budaya diam justru memperparah penderitaan korban dan memberi ruang bagi pelaku untuk terus berulang. “Mahasiswa tidak boleh diam ketika menjadi korban perundungan atau kekerasan seksual. Kampus harus menjadi tempat yang memberi keberanian untuk melaporkan dan berdialog,” ujarnya dalam pembukaan seminar.
Diam bukanlah solusi. Menurut Dr. Ipah Saripah, M.Pd., Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia, korban yang tidak melaporkan kekerasan cenderung mengalami depresi, kecemasan, hingga gangguan identitas diri. “Ketika rahasia di balik diam tidak diungkap, luka mental terus menggerogoti kualitas hidup. Konseling bukan hanya tentang curhat, tetapi membentuk ketahanan mental untuk menghadapi tantangan,” jelasnya.
Masalah ini juga berdampak pada produktivitas akademis. Mahasiswa yang mengalami kekerasan sering kali kesulitan fokus, absen, atau bahkan putus studi. Bagi orang tua, ini menjadi risiko besar yang harus diantisipasi sejak memilih kampus.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada kesejahteraan mahasiswa, Universitas Islam As-Syafi’iyah tidak hanya menyelenggarakan seminar, tetapi juga menyediakan layanan konseling terstruktur melalui Lembaga Counseling dan Disabilitas (LKD) serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Berikut keunggulan yang membuat kampus ini menjadi pilihan tepat:
LKD Universitas Islam As-Syafi’iyah menyediakan konsultasi gratis bagi mahasiswa, baik secara langsung maupun daring. Tim konselor berpengalaman menggunakan pendekatan trauma-informed care untuk memastikan korban merasa aman dan dipahami. “Kami tidak hanya mendengar, tetapi juga memberikan strategi pemulihan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu,” kata H. Muladi Mugheni, Lc., LL.M., Ph.D., Direktur LEMKITT UIA.
Seminar The Art of Healing menghadirkan narasumber kredibel seperti Misnawati, M.Pd., Kepala SD Negeri Bintara, yang berbagi pengalaman membangun lingkungan sekolah anti-kekerasan. “Karakter kuat dibentuk sejak dini melalui pendidikan emosional. Di kampus, mahasiswa perlu dilatih untuk kritis, berempati, dan berani menyampaikan kebenaran,” ujarnya.
Untuk memudahkan akses pendidikan, Universitas Islam As-Syafi’iyah menawarkan Voucher Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan diskon Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 50%. Program ini berlaku hingga 10 Agustus 2026 untuk jenjang Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). “Kami ingin memastikan bahwa biaya tidak menjadi penghalang bagi calon mahasiswa yang berprestasi,” tegas Prof. Masduki Ahmad.
1. Lingkungan Kampus yang Aman
Sistem pelaporan kekerasan yang transparan dan responsif, didukung oleh Satgas PPK yang bekerja 24 jam.
2. Jaringan Profesional yang Luas
Melalui seminar dan workshop, mahasiswa berkesempatan berinteraksi dengan praktisi, akademisi, dan alumni sukses.
3. Dukungan Akademis dan Mental
Program peer support dan klinik kesehatan mental yang terintegrasi dengan kurikulum akademis.
Berbeda dengan kampus lain, Universitas Islam As-Syafi’iyah tidak hanya fokus pada nilai akademis, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang utuh. Kampus ini telah terbukti dalam:
Jangan biarkan ketakutan atau keraguan menghalangi langkah Anda menuju pendidikan berkualitas. Universitas Islam As-Syafi’iyah menawarkan:
Klik https://linktr.ee/uia.jkt untuk mendaftar atau mendapatkan informasi lengkap. Jangan tunggu lebih lama—mulailah perjalanan menuju kampus yang aman, inklusif, dan berkomitmen pada keberhasilan Anda!
Penulis: Suyaka Rendhy
Editor: Humas Universitas Islam As-Syafi’iyah
Leave a Comment