Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi secara global menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, termasuk dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam As-Syafi’iyah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “From Local Da’wah to Global Influence: Peran Bahasa Inggris dalam Penyiaran Islam Sebagai Media Edukasi di Era Digital” pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang mempertemukan para praktisi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas bagaimana bahasa Inggris dapat menjadi sarana strategis dalam dakwah dan edukasi Islam di era digital.
Seminar nasional ini menghadirkan moderator Ratu Nafisa, dengan narasumber Dr. Nanda Khairiyah, S.Ikom., M.Si. dan H. Muladi Mugheni, Lc., LL.M., Ph.D. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat keynote speech dari Ahmad Murodi, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para pembicara yang memiliki pengalaman akademik dan profesional memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi generasi Muslim masa kini.
Era digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Jika dahulu dakwah lebih banyak dilakukan secara tatap muka melalui majelis taklim, masjid, atau forum keagamaan, kini penyebaran informasi berlangsung melalui media sosial, platform video, podcast, website, hingga aplikasi digital.
Perubahan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, informasi keislaman dapat menjangkau audiens yang lebih luas tanpa batas wilayah. Namun di sisi lain, masyarakat juga dibanjiri berbagai informasi yang belum tentu valid, termasuk konten keagamaan yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Dalam kondisi tersebut, generasi Muslim dituntut tidak hanya memahami ajaran Islam secara baik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan bahasa yang dapat diterima oleh masyarakat global. Salah satu kunci pentingnya adalah kemampuan berbahasa Inggris.
Bahasa Inggris saat ini menjadi bahasa internasional yang digunakan dalam komunikasi lintas negara. Sebagian besar publikasi akademik, media internasional, platform digital global, hingga forum diskusi dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Inggris menjadi modal penting bagi mahasiswa dan generasi muda yang ingin berkontribusi dalam penyebaran ilmu pengetahuan maupun dakwah Islam secara lebih luas.
Dalam seminar nasional ini, para narasumber menekankan bahwa bahasa Inggris bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan alat komunikasi strategis untuk membangun pemahaman lintas budaya.
Melalui bahasa Inggris, pesan-pesan Islam dapat disampaikan kepada masyarakat internasional dengan lebih efektif. Nilai-nilai universal Islam seperti keadilan, toleransi, kepedulian sosial, kejujuran, dan perdamaian dapat dipahami oleh audiens global tanpa terbatas oleh perbedaan bahasa.
Selain itu, bahasa Inggris juga membuka akses yang lebih luas terhadap literatur internasional, jurnal ilmiah, penelitian, serta berbagai sumber pembelajaran yang berkualitas. Mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik akan lebih mudah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan globalnya.
Dalam konteks penyiaran Islam, kemampuan ini menjadi sangat penting karena dakwah modern tidak lagi terbatas pada ceramah konvensional. Saat ini dakwah dapat dilakukan melalui berbagai media digital seperti video edukasi, artikel ilmiah populer, podcast, webinar internasional, hingga konten media sosial yang menjangkau jutaan pengguna di berbagai negara.
Tema “From Local Da’wah to Global Influence” mengandung pesan yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Dakwah yang dimulai dari lingkungan lokal dapat berkembang menjadi pengaruh global apabila didukung oleh kemampuan komunikasi yang baik, pemanfaatan teknologi digital, dan pemahaman terhadap audiens internasional.
Saat ini banyak tokoh Muslim, akademisi, maupun content creator edukatif yang berhasil menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat dunia melalui platform digital. Mereka memanfaatkan bahasa Inggris untuk menjelaskan nilai-nilai Islam secara objektif, edukatif, dan mudah dipahami.
Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam membangun citra Islam yang rahmatan lil alamin di tingkat global. Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar serta perkembangan teknologi yang semakin maju, Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu pusat penyebaran pemikiran Islam moderat yang berpengaruh di dunia.
Melalui kegiatan akademik seperti seminar nasional ini, Universitas Islam As-Syafi’iyah berupaya membekali mahasiswa dengan wawasan yang relevan agar mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan modern, Universitas Islam As-Syafi’iyah terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Perubahan dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, literasi digital, kreativitas, serta wawasan global. Karena itu, berbagai kegiatan akademik seperti seminar nasional, kuliah umum, workshop, pelatihan, dan kegiatan pengembangan kompetensi rutin diselenggarakan untuk mendukung peningkatan kualitas mahasiswa.
Melalui seminar ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kemampuan bahasa Inggris bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akademik, melainkan juga sebagai sarana pengembangan karier dan kontribusi sosial yang lebih luas.
Lulusan yang mampu berkomunikasi secara internasional memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di berbagai sektor, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti program pertukaran mahasiswa, hingga berpartisipasi dalam forum global yang mempertemukan berbagai pemikiran dari seluruh dunia.
Selain membahas pentingnya bahasa Inggris, seminar nasional ini juga mengangkat isu literasi digital. Di era informasi yang sangat cepat, kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan yang tidak kalah penting.
Generasi muda perlu memahami cara memverifikasi informasi, mengenali sumber yang kredibel, serta menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Kemampuan ini sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, maupun konten yang dapat memecah belah masyarakat.
Dalam konteks penyiaran Islam, literasi digital membantu mahasiswa dan masyarakat menghasilkan konten yang edukatif, inspiratif, dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Dengan memanfaatkan teknologi secara positif, media digital dapat menjadi sarana dakwah yang efektif sekaligus media pembelajaran yang menarik.
Penyelenggaraan seminar nasional menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Islam As-Syafi’iyah dalam menciptakan lingkungan akademik yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para ahli, praktisi, dan akademisi yang memiliki pengalaman luas di bidangnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun pola pikir kritis, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional.
Kegiatan seperti ini juga memperkuat budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar, berdiskusi, dan mengembangkan diri secara berkelanjutan.
Tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
Universitas Islam As-Syafi’iyah membuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru untuk melanjutkan pendidikan di berbagai program studi unggulan. Selain memperoleh pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, calon mahasiswa juga berkesempatan mendapatkan beasiswa hingga 50 persen.
Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Islam As-Syafi’iyah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Dengan dukungan dosen yang kompeten, lingkungan akademik yang kondusif, serta berbagai kegiatan pengembangan kompetensi, mahasiswa dapat mempersiapkan diri menjadi lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Perkembangan dunia digital membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Kemampuan bahasa Inggris, literasi digital, dan pemahaman keislaman yang baik dapat menjadi kombinasi kuat dalam membangun pengaruh yang bermanfaat di tingkat nasional maupun global.
Seminar Nasional “From Local Da’wah to Global Influence” menjadi pengingat bahwa dakwah dan edukasi Islam dapat berkembang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi dan komunikasi global. Generasi muda tidak hanya dituntut menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta konten dan agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan.
Bagi Anda yang ingin mengembangkan potensi akademik, profesional, dan spiritual secara seimbang, Universitas Islam As-Syafi’iyah siap menjadi mitra dalam perjalanan pendidikan Anda.
Daftar sekarang dan konsultasikan pilihan program studi yang sesuai dengan minat serta cita-cita Anda melalui:
https://linktr.ee/uia.jkt
Jangan tunda masa depan Anda. Bergabunglah bersama Universitas Islam As-Syafi’iyah dan wujudkan langkah menuju masa depan yang lebih cerah, kompetitif, dan penuh manfaat bagi masyarakat.
Penulis: Suyaka Rendhy
Editor: Humas Universitas Islam As-Syafi’iyah
Leave a Comment