Informasi Kampus
Selasa, 10 Feb 2026
  • Sivitas Akademika Universitas Islam As-Syafi'iyah memperingati Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H - Universitas Islam As-Syafi'iyah Terakreditasi "BAIK SEKALI"
  • Sivitas Akademika Universitas Islam As-Syafi'iyah memperingati Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H - Universitas Islam As-Syafi'iyah Terakreditasi "BAIK SEKALI"
17 Januari 2026

Memahami Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Sab, 17 Januari 2026 Dibaca 327x

Isra dan Mi’raj merupakan salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam yang sarat dengan nilai keimanan, ketakwaan, dan pembelajaran spiritual bagi umat Islam. Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir yang membawa risalah penyempurna bagi seluruh umat manusia.

Pengertian Isra dan Mi’raj

Secara bahasa, Isra berarti perjalanan pada malam hari. Dalam konteks sejarah Islam, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dalam satu malam. Sementara itu, Mi’raj berarti naik, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan bahwa perjalanan tersebut adalah tanda kebesaran Allah bagi hamba-Nya.

Latar Belakang Peristiwa Isra dan Mi’raj

Isra dan Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai ‘Aamul Huzni’ (Tahun Kesedihan). Pada masa ini, Nabi kehilangan dua sosok pendukung utama dalam dakwah, yaitu istri tercinta Khadijah RA dan paman beliau Abu Thalib. Dalam kondisi penuh ujian inilah Allah SWT memberikan penghiburan sekaligus penguatan kepada Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra dan Mi’raj.

Hikmah dan Makna Isra dan Mi’raj

Peristiwa Isra dan Mi’raj mengandung banyak hikmah yang relevan sepanjang zaman. Salah satu hikmah terpenting adalah diwajibkannya salat lima waktu bagi umat Islam. Salat menjadi ibadah utama yang langsung diperintahkan oleh Allah SWT tanpa perantara, menandakan betapa pentingnya salat sebagai sarana komunikasi antara hamba dan Tuhannya.

Selain itu, Isra dan Mi’raj mengajarkan umat Islam tentang:

  • Keimanan kepada hal ghaib, yaitu percaya pada kekuasaan Allah SWT meskipun di luar nalar manusia.

  • Kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

  • Pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT, yang tercermin melalui kewajiban salat sebagai tiang agama.

Relevansi Isra dan Mi’raj dalam Kehidupan Modern

Di tengah tantangan kehidupan modern yang penuh kesibukan dan godaan duniawi, peristiwa Isra dan Mi’raj menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak melalaikan kewajiban ibadah. Salat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketenangan batin.

Selain itu, Isra dan Mi’raj juga mengajarkan pentingnya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, serta mendorong umat Islam untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan amal saleh.

Penutup

Memahami Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan hanya mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga mengambil pelajaran mendalam untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peristiwa ini, umat Islam diajak untuk memperkuat keimanan, menjaga salat lima waktu, serta meneladani kesabaran dan keteguhan Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah dakwah.

Semoga peringatan Isra dan Mi’raj menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas diri sebagai hamba-Nya. Aamiin.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar