Sambutan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah

Sambutan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah

Assalamu’alaikumWr. Wb.

Pendidikan sudah menjadi arena dan ladang beramal bagi keluarga kami untuk mengabdikan diri pada Agama dan Negara. Saya selaku cucu dari Kyai Haji Abdullah Syafi'i dan putra pertama dari pasangan H. A. Chatib Naseh dan Prof Dr Hj Tutty Alawiyah. AS, MA merasa terpanggil untuk senantiasa menjaga dan mengawal Kampus tercinta ini terus berjalan serta lebih baik pada masa akan datang.

Segenap keluarga beserta saudara-saudara saling membantu memberikan kontribusi terbaiknya untuk kampus UIA ini. Saya Selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah mencurahkan konsentrasinya untuk membangun Universitas Agar lebih hebat lagi seperti yang dicita-citakan Ibunda kami Prof Dr Hj Tutty Alawiyah AS, MA.

Semoga apa yang kami lakukan beserta jajaran civitas akademika Universitas Islam As-Syafi'iyah menjadi UAI kampus yang dapat di banggakan.

Atas nama Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah serta civitas akademika saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah

H. Moh. Reza Hafiz, SE

Pintu Kebaikan dan Keburukan

عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : ” إنّ من النّاس مفاتيح للخير , مغاليق للشّرّ , وإنّ من النّاس مفاتيح للشّرّ , مغاليق للخير , فطوبى لـمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه , وويل لـمن جعل الله مفاتيح الشّرّ على يديه ”

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya diantara manusia ada orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan. Dan sesungguhnya diantara manusia juga ada yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka berbahagialah orang yang Allah telah jadikan dia sebagai kunci pembuka pintu kebaikan ada ditangan nya. Dan celakalah orang yang Allah telah jadikan dia sebagai kunci pembuka pintu keburukan ada ditangan nya.”.

HR. Ibnu Majah. No 237