PPs-UIA Menggelar Seminar Nasional; Islam dan Demokrasi

 BERITA UTAMA, KEGIATAN UNIVERSITAS

semnas pps 0Jakarta (UIA) ~ Program Pascasarjana Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) melaksanakan Seminar Nasional dengan tajuk Islam dan Demokrasi dengan thema Pengembangan Model Demokrasi Berketuhanan Yang Maha Esa. Berlangsung 2 hari, 25 Juli 2017 di Auditorium lantai 3 gedung Bukopin Jakarta, 26 Juli 2017 di Auditorium lantai 8 gedung Alawiyah Kampus UIA.

Seminar Nasional dibuka langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE.MM dihadapan ratusan peserta seminar, jajaran Panitia Pelaksana dan para dosen UIA, para media elektronik, cetak dan online, Pengurus Partai Politik, Organisasi Masyarakat, Lembaga-Lembaga, serta jajaran pimpinan Bukopin.

Hadir dalam Seminar Nasional, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, L.LM., MBA, Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH., MM, Ketua Panitia Pelaksana SemNas, Prof. Dr. Zainal Arifin Hoesein, SH.MH yang juga sebagai Direktur Program Pascasarjana (PPs-UIA), para pimpinan di Universitas Islam As-Syafi’iyah.

Kegiatan Seminar Nasional bertajuk Islam dan Demokrasi itu, Universitas Islam As-Syafi’iyah berkejasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Bank Jabar dan Banten (BJB), Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN) Jakarta, sedang Program Pascasarjana sebagai penggagas Seminar Nasional.

Ketua MPR-RI menyinggung perihal implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sejatinya harus tercermin dalam perilaku seseorang. Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila tidak boleh dieksploitasi menjadi alat kepentingan politik sesaat.

“Kalau yang bilang itu karena pilkada, itu ngarang. Pancasila itu perilaku, bukan soal dukung-mendukung pilkada. Pancasila jika dipakai jadi perilaku barulah bisa menjadi pemersatu kita. Kalau perilaku tepat, Pancasila bisa jadi pemersatu. Tapi, kalau dipakai alat, itu bisa memecah belah. Saya bukan Pancasila, saya Zulkifli Hasan, belum pernah ganti nama,” ujar Zulkifli.

Lebih jauh, Zulkifli juga mengimbau semua pihak berhenti melakukan stigmatisasi menggunakan Pancasila. “Kalau mendukung ini disebut Pancasilais, kalau mendukung itu tidak Pancasilais. Ini tentu keliru. Kalau Islam yang baik, menjalankan agama yang baik, masa kamu dibilang radikal?” tuturnya.

Pada dasarnya, lanjut Zulkifli, Indonesia beragam karena terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras. Sesuai dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, seharusnya perbedaan itu tidak perlu diperdebatkan. “Enggak usah bahas perbedaan. Faktanya memang kita berbeda,” tandasnya.

Dan di akhir sambutannya, pria yang lahir di Penengahan, Lampung Selatan, 17 Mei 1962 itu membuka Seminar Nasional, “Dengan mengucapkan Bismillahir rohmanirrohiiim, Seminar Nasional, Islam dan Demokrasi Universitas Islam As-Syafi’iyah saya buka,” yang disambut riuh applaus dari seluruh yang hadir di ruangan berlangsungnya acara tersebut.

Adapun tujuan seminar itu adalah pertama, menghimpun pandangan dari berbagai ahli/pakar tentang konseptuliasasi, dan konvergensi Islam dan demokrasi. Kedua, menghimpun pandangan para ahli tentang kelembagaan yang ideal untuk mengimplementasikan prinsip Islam dam dan demokrasi. Ketiga, menghimpun pengalaman pelaksanaan demokrasi berkarakter lslam di beberapa Negara sebagai suatu model. Keempat, merumuskan persemaian ideal antara islam dan demokrasi dalam kelembagaan demokrasi yang islami. Dan kelima, merumuskan model ideal Islam dan demokrasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dalam tataran ontologism dan aksiologis.

Seminar Nasional yang dilaksanakan di gedung Bukopin dengan para Nara Sumber dengan 4 sesi. (1) Nara Sumber: Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra dan Dr. H.A. Ilyas Ismail, MA, Moderator: Dr. H.M. Choirin, Lc, MA. (2) Nara Sumber: Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA, atau dikenal dengan Din Syamsuddin dan Dr. Fachry Ali, Moderator: Dr. Khairan M. Arief, Ph.D. (3) Nara Sumber: Dr. M. Hamdan Basyar, M.Si, Moderator: M. Yasin Ardhy, SH.MH. (4) Nara Sumber: Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH.MH dan Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Moderator: Slamet Riyanto, SH.MH.

Selain itu Seminar Nasional juga di berikan beberapa makalah dari para Nara Sumber berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, dan materi-materi tersebut dapat di unduh dengan KLIK DISINI.

Sambutan Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional, Prof. Dr. Zainal Arifin Hoesein

Sambutan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah, Prof. Dr. Dailami Firdaus

Sambutan Ketua MPR-RI, Dr.(HC) Zulkifli Hasan

Foto-Foto Seminar Nasional di Gedung Bukopin, Jl. MT. Haryono Jakarta.

semnas pps 5

semnas pps 1

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional, Prof. Dr. Zainal Arifin Hoesein, SH.MH

semnas pps 2

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, L.LM., MBA

semnas pps 3

Ketua MPR-RI, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE.MM

semnas pps 4

Pemberian cendera mata.

semnas pps 6

semnas pps 7

semnas pps 8

semnas pps 9

Sementara pada hari kedua (Rabu 26 Juli 2017), pelaksanaan Seminar Nasional dengan Pemaparan Call For Paper di Gedung Alawiyah Kampus UIA, ruang Auditorium lantai 8. Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH., MM membuka acara tersebut di hadapan seluruh peserta dan pemateri yang hadir, dan sekaligus pemberian Sertifikat Seminar Nasional.

“Seminar Nasional yang digagas Program Pascasarjana UIA tentunya harus kita applaus dan kegiatan di gedung Bukopin sukses dengan beberapa para nara sumber terkenal. Ucapan terima kasih tak terhingga kepada seluruh peserta dan para pemateri yang telah hadir dan sumbangsih dalam pelaksanaan Seminar Nasional ini,” ujar Masduki Ahmad, yang kemudian membuka secara langsung Seminar Nasional hari kedua.

Foto-Foto Seminar Nasional di Gedung Alawiyah Kampus UIA.

semnas pps A

semnas pps B

semnas pps C

semnas pps D

Foto Panitia Pelaksana Seminar Nasional 2017

semnas pps PANPEL 1

semnas pps PANPEL 2

Author: 

No Responses

Leave a Reply