FKIP-UIA Gelar Annual Food & Cultural Festival 2016

 KEGIATAN UNIVERSITAS

cul 11  Jatiwaringin (UIA) ~ Dalam diplomasi, ada soft diplomacy yang diartikan sebagai pertukaran gagasan, informasi, seni dan aspek-aspek kebudayaan lain antara negara dan bangsa, dengan harapan bisa menciptakan pengertian bersama.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi’iyah (FKIP-UIA) Program Studi Bahasa Inggris (Prodi BI) menggelar Annual Food and Cultural Festival, Sabtu 4 Juni 2016 di Auditorium gedung Alawiyah lantai 8 Kampus UIA. Dalam acara tersebut menampilkan kesenian dan kebudayaan dari berbagai negara.

Dekan FKIP-UIA, Drs. Ari Sumitro, MM., MM.PD membuka Festival itu dihadapan seluruh para peserta dan para pimpinan Program Studi (Prodi), dosen serta mahasiswa yang ikut meramaikan acara tersebut. “Sebelum saya buka acara ini, terlebih dahulu marilah kita mengirimkan Surrah Al-Fatihah untuk Rektor UIA, almarhumah Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS, MA yang persis sebulan lalu, tepatnya 4 Mei 2016 menghadap Illahi. Semoga arwah beliau di tempatkan sebaik-baik tempat di surga Jannatunnaim, Al-Fatihah..!” ujar Ari Sumitro.

Membangun citra Indonesia bagi negara lain, bukan lagi cuma tugas diplomat. Kini, siapa pun, profesional lain boleh mengambil peran turut membawa nama baik Indonesia pada luar negeri, tak terkecuali pelaku seni atau budayawan bisa unjuk “wajah” Indonesia sebenarnya yang kaya akan budaya. Terus berupaya meningkatkan peran serta masyarakat dengan memberdayakan para penggiat budaya baik perorangan maupun komunitas yang ada. Tentunya melalui event ini, tak hanya memberi manfaat bagi penggiat budaya yang menjadi “diplomat budaya” tapi bangsa Indonesia secara keseluruhan bisa memperoleh manfaat dengan meningkatnya citra bangsa di forum internasional.

“Dengan memfasilitasi mereka dalam kegiatan kebudayaan seperti pergelaran, festival, lomba, pameran, seminar, konferensi dan pelatihan, diharapkan peran dan prestasi budaya Indonesia lebih meningkat, sehingga memberikan kontribusi yang positif dalam pembangunan bangsa dan negara,” tambah Drs. Ari Sumitro.

The Festival also provides a global platform for the Ministry of Foreign Affairs to encourage foreign countries to consider staging food and cultural weeks as well as host more trade missions to campus. Strategically, this makes campus a far more interesting and sophisticated place to live and visit by broadening and deepening the vacation experience and quality of life that is available here.

cul 12cul 13cul 14cul 15cul 16

Author: 

No Responses

Leave a Reply